Kasus Kemanusiaan dalam Pemikiran Agama dan Filsafat

Judul buku : Qodloya Insaniyah fi al-Fikri al-Dini wa al-Falsafi*
Penulis         : Dr Muhammad Sayyid Ahmad Musayyar
Cetakan        : Maktabah Shafa, Kairo Tahun 2000
Tebal             : 223 halaman

Wacana tentang Hak Asasi Manusia (HAM) sampai kini masih terus menarik diperbincangkan, terlebih jika diskursus itu masuk wilayah agama. Mungkin ini disebabkan oleh sensitivitas yang dimiliki para pemeluk agama. Hak Asasi Manusia merupakan hak dasar yang dimiliki manusia sejak lahir. Hak tersebut tidak boleh dikurangi dalam keadaan apapun. Pemikiran dan pandangan mengenai HAM dan pelaksanaannya dalam kehidupan sosial tidak pernah berhenti digulirkan.
Bagaimanapun juga, tidak bisa disangkal bahwa kehidupan masyarakat dunia dewasa ini dicekam oleh masalah sosial yang tak terbilang banyaknya. Perilaku diskriminatif dan merambahnya pelangaran HAM yang membuat manusia tidak lagi mendapat penghargaan yang layak pada kodratnya sebagai manusia mendorong Dr Muhammad Ahmad Musayyar menghadirkan buku Qodloya Insaniyyah fi al-Fikri al- Dini wa al-Falsafi.
Buku ini memberi tinjauan yang cukup komprehensif tentang wacana kemanusiaan perspektif Islam. Pada awalnya buku ini merupakan refleksi dan antitesis dalam menyikapi berbagai gagasan-gagasan filsafat dan isu-isu sosial yang sangat mendiskreditkan manusia dan memposisikannya pada martabat yang tidak selayaknya. Gagasan-gagasan dalam buku ini setidaknya kembali ingin mempertanyakan kedudukan manusia sebagai makhluk tuhan yang paling mulia.
Untuk menjawab kemungkinan permasalahan tersebut, penulis Dr Muhammad Ahmad Musayyar, satu-satunya dosen Aqidah dan Filsafat Universitas Al-Azhar yang masih berkomitmen untuk mengenakan jubah kebesaran Al-Azhar  ini menyajikan bukunya beberapa bagian yang memberikan gambaran umum konseptual kemanusiaan dan hak-hak asasi manusia.
Setiap bagian dalam buku ini dilengkapi tanggapan penulis dengan menggunakan piranti analisa yang bersumber dari ajaran resmi agama Islam yaitu Al-Qur’an, Al-Hadis, Ijma’, Qiyas dan argumen-argumen rasional yang berdasarkan kaidah-kaidah ilmu logika.
Pada bagian pertama, penulis mengajak kita untuk flashback, mengulas kembali hakikat dan proses penciptaan manusia pertama “Adam”  perspektif Al-Quran dan Al-Hadis dan menegaskan betapa Islam sangat menghargai manusia dan menjunjung tinggi HAM melebihi penghargaan agama atau sekte-sekte pemikiran filsafat yang lain. Selanjutnya penulis menyuguhkan permasalahan gender dengan memaparkan proses penciptaan Hawa sebagai pendamping Adam yang setia. Permasalahan yang juga menimbulkan isu-isu ketidak adilan dan  memunculkan tuduhan negatif bahwa Islam mendiskreditkan kaum hawa bahkan cenderung diskriminatif.
Kemudian pada bagian selanjutnya penulis melancarkan kritik keras terhadap para filosof dan pemikir sehubungan dengan teori-teori filsafat dan gagasan pemikiran keagamaan mereka yang berseberangan dengan ajaran Islam. Semisal teori evolusi Darwin, teori fase perkembangan pemikiran dan akidah manusia yang dicetuskan oleh August Conte dan Gustav Lobon sampai pada buku karangan Dr Abdu al- Shabur Syahin yang menganggap manusia sebagai salahsatu dari sekian banyak proyek khilafah di muka bumi ini.
Setelah itu, pada bagian ketiga penulis mengantarkan kita pada uraian hak asasi manusia perspektif pemikiran keagamaan dan filsafat barat dengan mengkomparasikan antara ketiga agama Islam, Yahudi, Nasrani dan para filosof baik muslim maupun non muslim.
Pada kerangka pemikiran keagamaan barat penulis menawarkan anda untuk menyingkap perilaku ekspansionis dan diskriminatif Israel terhadap masyarakat dunia dengan berdasarkan pada deklarasi dokumen-dokumen resmi rahasia Zionis dunia. Juga mengajak anda untuk mengungkap ajaran gereja yang melanggar hak-hak asasi manusia.
Sedangkan pada kerangka pemikiran filsafat barat, giliran tiga filosof Plato, Friedrich Nietzsche dan John Jack Rousso mendapat tamparan keras dari penulis disebabkan pemikiran dan teori-teori sosial mereka yang dianggap menyimpang dari semangat menjunjung tinggi HAM.
Dan pada bagian terakhir penulis membubuhkan poin-poin hasil deklarasi internasional dan seminar internasional HAM termasuk didalamnya ketetapan-ketetapan Al-Azhar sebagai cermin kontribusi Islam untuk menjunjung tinggi HAM dan perdamaian.
*Sebuah buku yang dijadikan sebagai kurikulum tingkat III Fakultas Ushuluddin Jurusan Akidah dan Filsafat tahun ajaran 2004-2005

Advertisements