Kerinduan

Kepergianmu adalah gumpalan mega mendung yang melukis langitku dengan kekelaman
Kepergianmu adalah deburan ombak-ombak liar yang menghantam kedamaian di kedalaman jiwaku.
Kepergianmu adalah bait-bait kerinduan yang mengema di sepanjang lorong hatiku.

Andai Tuhan mengijinkan kau hidup sekali lagi.
Akan kubentangkan jemariku menjembatanimu kembali.
Tapi aku takkan memintanya..karena kuyakin Dia telah membuatmu nyaman.

Ayah..lihatlah…!!Kesedih

an berdiri dengan congkaknya mengedor pintu rumah kami bertubi-tubi..mencoba menyeret kami pada tangisan dan ratapan tanpa makna..Takkan kubiarkannya masuk, karena kau telah mewasiatkan aku untuk mengusirnya..atau menguburnya di halaman dan membiarkannya terinjak-injak kegirangan budak-budak yang bermain, bernyanyi dan menari.

Akan ku pungut butiran-butiran cahaya dan kedamaian diantara gumpalan-gumpalan mega dan deburan ombak-ombak liar..agar langit dirumah kami tetap sumringah…agar laut dirumah kami tetap indah.