Objek Wisata Rohani Mesjid Fenomenal Kubah Mas Depok

Masjid merupakan urgensi religius, social, politis, dan intelektual.  Tradisi pembangunan masjid dalam sejarah perjalanan Islam, tidak hanya menampakan bias kemegahan dan hiasan tapi lebih menonjolkan perannya dalam ibadah, ukhuwah dan dan keilmuan. Oleh karena itu hal yang pertama Rasulullah Saw. lakukan ketika sampai ke Quba dalam Hijrahnya ke Madinah adalah membangun masjid. Berkaitan dengan peran masjid kita bisa berkaca pada Masjid Nabawi, yang dibangun secara sederhana dengan atap dari pelepah kurma dan dinding dari Lumpur yang dikeraskan. Namun masjid ini begitu kaya dengan aktivitas, menjadi tempat Rasulullah membina umatnya, bermusyawarah tentang masalah umatnya, mengatur strategi, dan menimba ilmu.

Semakin hari peran masjid yang diajarkan Rasulullah semakin mengikis, kini kebanyakan masjid lebih identik dengan kemegahan arsitekturnya dibanding dengan nilai dakwahnya.

Sebagai symbol kemegahan masjid, setidaknya ada 3 masjid yang memiliki kubah terbuat dar emas. Salahsatu dari tiga masjid tersebut terletak di tanah air dan telah menjadi salah satu tempat wisata religius yang meneduhkan.

Masjid berkubah emas dibangun di tepi Jalan Raya Meruyung-Cinere di Kecamatan Limo, Kota Depok.

Pemilik masjid berkubah emas ini, Hj Dian Djuriah Maimun Al Rasjid, pengusaha minyak asal Banten, membeli tanah di Kelurahan Meruyung sejak tahun 1996. Masjid berarsitektur indah ini dibangun sejak tahun 2001 dan diresmikan tanggal 13 Desember tahun 2006.

Mesjid yang konon terbesar dan termegah di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Sebagai bangunan yang memesona masjid berkubah emas ini dibangun pada lahan sekitar dua hektar, tetapi bangunannya berukuran 60 meter x 120 meter atau sekitar 7.200 meter persegi dan mampu menampung sekitar 15.000 hingga 20.000 jemaah. Ruangan masjid terbagi atas ruang utama, ruang mezanin, halaman dalam, selasar atas, selasar luar, dan ruang-ruang fungsional lainnya. Ruangan utama masjid didominasi oleh warna monokrom dengan warna dasar krem. Warna-warni ini seolah memberi nuansa tenang dan nyaman bagi pengunjung mesjid.

Salahsatu keunikan yang dapat disaksikan pengunjung masjid ini terletak pada kubah tengah masjid. Masjid Dian Al Mahri  mempunyai kubah berjumlah lima, yakni satu kubah utama dan empat kubah kecil. Bentuk kubah utama menyerupai kubah bangunan Taj Mahal di India. Kubah tersebut mempunyai diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter dan tinggi 25 meter. Sementara kubah-kubah kecil lainnya memiliki diaeter bawah 6 meter, diameter tengah 7 meter dan tinggi 8 meter. Selutuh kubah tersebut dilapisi emas setebal 2 hingga 3 milimeter dan dihiasi oleh mozaik kristal. Selain itu di sudut-sudut masjid juga berdiri enam menara heksagonal berbentuk segi enam dengan tinggi 40 meter. Keenam menara ini dibalut oleh batu-batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornaen melingkar. Pada puncak menara-menara ini juga terdapat kubah kecil yang dilapisi oleh emas. Enam menara ini konon melambangkan jumlah rukun iman, sedang lima kubah melambangkan rukun Islam.

Dimasjid ini juga terdapat lampu gantung yang didatangkan langsung dari Italia dengan berat 8 ton. Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan kekhasan relief yang menghiasi mihrab yang terbuat dari emas 18 karat. Kekhasan relief dan hiasan yang berlapis bahan prado atau sisa emas. Dan pada langit-langit terdapat hiasan kaligrafi bergaya kuffi yang tebuat dari lempengan kuningan berlapis emas.

Jika dilihat secara umum, arsitektur masjid ini mirip bangunann-bangunan masjid di Timur Tengah, yakni dengan  cirri khas kubah, menara, halaman dalam, serta corak hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisknya.

Di depan bangunan masjid dibangun taman hijau nan asri. Konsep penataan taman ini merupakan kolaborasi antara arsitektur bangunan masjid bernuansa timur tengah dengan suasana lingkungan tropis Indonesia. Tak jauh dari masjid dibangun gedung serba guna yang sejak tahun 2005 digunakan untuk tempat pengajian yang berkapasitas 15.000 orang. Di dekatnya juga tampak sejumlah tempat peristirahatan berlantai dua.

Pengunjung yang ingin berwisata rohani ke masjid ini juga dapat mengikuti kegiatan-kegiatan pengajian yang diselenggarakan masjid ini secara rutin, diantaranya pengajian umum setiap hari Selasa, Rabu, Sabtu, dan Minggu.

Sebagai kawasan terpadu untuk sarana ibadah, dakwah, pendidikan, dan kegiatan social, masjid ini di kemudian hari akan dilengkapi dengan rumah sakit, sekolah perawat, pesantren, dan universitas.

Semoga, setelah melaksanakan ziarah ke masjid kubah emas ini, pengunjung pulang ke rumah masing-masing dengan hati emas.